Sosial & Lingkungan

Dandang Panas Diduga Picu Kebakaran, Rumah Warga Lamala Hangus

35
×

Dandang Panas Diduga Picu Kebakaran, Rumah Warga Lamala Hangus

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Sebuah rumah kayu di kawasan Kampung Nelayan, Desa Lomba, Kecamatan Lamala, Kabupaten Banggai, hangus terbakar setelah api diduga dipicu oleh panas dandang nasi yang baru digunakan untuk memasak. Kebakaran yang terjadi pada Senin (26/10/2026) sekitar pukul 12.30 WITA itu juga merusak dinding rumah warga lainnya.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, Kapolsek Lamala, IPTU I Wayan Sukarman, menjelaskan kebakaran diduga bermula setelah Waiojah Yabuda (46), istri pemilik rumah pertama, Yanto Kappe (51), selesai memasak nasi menggunakan tungku kayu.

Setelah memasak, Waiojah diduga meletakkan dandang nasi yang masih panas di atas rak telur kosong di dapur. Di sekitar rak tersebut terdapat pakaian, kertas, dan plastik yang mudah terbakar. “Diduga, panas dari dandang tersebut memicu kebakaran karena di sekitar rak terdapat pakaian, kertas, dan plastik. Api kemudian cepat membesar karena bagian atap dapur terbuat dari rumbia,” kata Sukarman.

Api yang membesar membuat warga segera meminta bantuan polisi untuk melakukan pemadaman. Namun, upaya menjinakkan kobaran api menghadapi kendala karena keterbatasan peralatan pemadam dan kondisi air laut yang sedang surut. Dalam situasi tersebut, api merambat hingga mengenai rumah milik Jono Dullah. Saat kebakaran terjadi, rumah kedua itu dalam keadaan kosong.

Kebakaran tersebut menghanguskan rumah kayu milik Yanto Kappe beserta pakaian, perabot, dan peralatan rumah tangga di dalamnya. Kerugian akibat kerusakan itu diperkirakan mencapai Rp50 juta. Sementara itu, kerusakan pada bagian dinding rumah milik Jono Dullah ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp10 juta. Dengan demikian, total kerugian material akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kapolsek Lamala mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan tungku kayu maupun sumber panas lainnya, terutama setelah selesai memasak. “Masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan tungku kayu maupun sumber panas lainnya, memastikan api aman setelah memasak, serta menjauhkan benda-benda mudah terbakar dari area dapur,” pesan Sukarman.

Sumber panas di dapur dapat memicu kebakaran apabila tidak ditangani dengan hati-hati, terlebih ketika berada dekat dengan bahan yang mudah terbakar dan bangunan berbahan kayu atau rumbia.

Penulis: Muh. Pritzno