SALAKAN — Hampir satu tahun tanpa sinyal telekomunikasi. Kondisi ini dikeluhkan warga di tiga desa di Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), setelah tower telekomunikasi di Desa Okumel tidak lagi berfungsi.
Gangguan tersebut berdampak langsung kepada warga Desa Okumel, Desa Momulusan, dan Desa Kindandal. Ketiga wilayah itu kini mengalami susah sinyal (blank spot) sehingga warga kesulitan menggunakan layanan telepon maupun internet berbasis data.
Warga menyebut tower tersebut sebelumnya menjadi salah satu tumpuan komunikasi masyarakat. Namun, hampir setahun terakhir, tower itu tidak lagi memancarkan sinyal Telkomsel. “Sudah setahun tower tidak berfungsi. Kami di sini seperti terisolir. Untuk komunikasi harus cari WiFi voucher,” ujar salah satu warga Desa Okumel, Selasa (16/9/2026).
Dampaknya tidak hanya dirasakan warga yang ingin berkomunikasi. Aktivitas belajar siswa ikut terganggu karena mereka kesulitan mengakses internet untuk kebutuhan pendidikan. Pelaku UMKM juga menghadapi kendala ketika harus melakukan transaksi secara online. Sementara itu, pelayanan di kantor desa dan kegiatan di masjid turut terdampak akibat terbatasnya akses komunikasi.
Kondisi ini membuat sebagian warga terpaksa menggunakan WiFi voucher untuk mendapatkan akses internet. Pilihan itu dinilai menambah beban biaya komunikasi masyarakat.
Warga memahami kondisi geografis Kecamatan Liang yang memiliki wilayah berbukit dan kepulauan dapat menjadi tantangan dalam pemerataan jaringan telekomunikasi. Namun, mereka mempertanyakan lamanya gangguan tower yang disebut telah berlangsung hampir satu tahun. Persoalannya, ketika akses komunikasi dan internet terputus dalam waktu lama, aktivitas pendidikan, ekonomi, pelayanan pemerintahan, hingga kegiatan sosial masyarakat ikut terdampak.
Warga di tiga desa tersebut kini meminta pihak Telkomsel segera menurunkan tim teknis untuk memeriksa kerusakan dan mengaktifkan kembali tower di Desa Okumel. Mereka juga meminta Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Kepulauan melakukan monitoring serta mempertimbangkan wilayah tersebut dalam prioritas pemerataan akses sinyal melalui program BTS USO.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Telkomsel maupun Dinas Kominfo Kabupaten Banggai Kepulauan mengenai penyebab tower tidak berfungsi maupun jadwal perbaikannya.
Penulis: Hadjar Oli’i











