LUWUK — Kecelakaan beruntun yang melibatkan truk molen dan dua mobil pikap terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Bakung, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 11.45 Wita. Insiden ini menyebabkan dua orang luka-luka dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp50 juta.
Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, tiga kendaraan yang terlibat yakni truk molen Hino bernomor polisi B 9149 TIP, Toyota Kijang pikap DN 8078 C, dan Isuzu Traga pikap DN 8493 NF.
Kapolsek Batui, IPTU Teguh Pria Adjisaka, menjelaskan truk molen yang dikemudikan KS (25), warga Desa Argakencana, Kecamatan Moilong, bergerak dari arah Luwuk menuju Toili. Sementara itu, Toyota Kijang yang dikemudikan RA (19), warga Kelurahan Sisipan, Kecamatan Batui, dan Isuzu Traga yang dikemudikan BA (25), warga Desa Sumber Agung, Kecamatan Nuhon, melaju dari arah berlawanan.
Saat tiba di lokasi kejadian, ban kiri Toyota Kijang turun dari badan jalan. Kendaraan tersebut kemudian kehilangan kendali dan menabrak truk molen. Benturan itu membuat truk molen kembali menabrak Isuzu Traga yang berada di belakang Toyota Kijang. “Benturan tersebut menyebabkan truk molen kemudian menabrak Isuzu Traga yang berada di belakang Toyota Kijang,” kata Teguh.
Kecelakaan tersebut menyebabkan RA mengalami luka robek pada pelipis kiri dan dagu, serta sejumlah luka lecet. Sementara itu, BA mengeluhkan nyeri pada kedua paha hingga jari kaki. Pengemudi truk molen dilaporkan tidak mengalami luka. Personel Polsek Batui telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mencatat identitas para pengemudi, serta mendata saksi dan barang bukti untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi menduga kecelakaan terjadi karena pengemudi Toyota Kijang kurang berhati-hati. Namun, penyebab pasti insiden tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kedua korban sudah mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan setempat. Arus lalu lintas kembali lancar dan selanjutnya penanganan oleh Satlantas Polresta Banggai,” pungkas Teguh.
Penulis: Muh. Pritzno











