LUWUK — Perjalanan KM Empat Bersaudara menuju Pelabuhan Luwuk berubah menjadi kepanikan setelah kapal tersebut karam di perairan Desa Bunga, Kecamatan Luwuk Utara, Banggai, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, kapal yang berangkat dari Desa Pencadu, Kecamatan Taliabu Selatan, Pulau Taliabu, Maluku Utara, itu karam setelah dihantam gelombang tinggi dan angin kencang saat memasuki perairan Desa Bunga.
Kasubsektor Kawasan Pelabuhan Luwuk, IPTU James Runtu, mengatakan air laut mulai masuk ke dalam kapal ketika kondisi cuaca memburuk. Mesin pompa kapal kemudian tidak mampu lagi mengeluarkan air yang terus masuk ke dalam kapal.
Menyadari kondisi tersebut, nakhoda Murdin berupaya menyelamatkan kapal dengan mengarahkannya menuju bibir pantai. Namun, upaya itu tidak berhasil. “Kapal justru naik ke atas karang sehingga tidak dapat melanjutkan perjalanan menuju bibir pantai dan akhirnya mengalami karam,” ujar James.
Saat kejadian, Murdin berada di kapal bersama enam anak buah kapal (ABK), yakni Sammad selaku KKM, Sigit, La Ambe, Hasanudin, Denis dan Ardi. Meski kapal karam, seluruh awak kapal berhasil selamat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
KM Empat Bersaudara juga membawa muatan dalam jumlah besar. Berdasarkan manifest kapal, muatan tersebut terdiri atas sekitar 25 ton kopra, 5 ton arang dan 3 ton barang campuran. Pasca kejadian, Polsek Luwuk bersama KPPP, Polairud, Basarnas dan Syahbandar melakukan pengamanan serta membantu proses evakuasi awak kapal dan penyelamatan barang muatan yang masih dapat diamankan.
James mengatakan kerugian materiel akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp900 juta. “Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Sementara kerugian materiel diperkirakan sekitar Rp900 juta,” kata James.
Penulis: Muhammad Pritzno











