Sosial & Lingkungan

Kemarau Mencekik Luwuk Utara, Polresta Banggai Salurkan Air Bersih

37
×

Kemarau Mencekik Luwuk Utara, Polresta Banggai Salurkan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Kemarau panjang membuat sebagian warga Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, kesulitan mendapatkan air bersih. Di tengah kondisi tersebut, Polresta Banggai menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 30 ribu liter untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, penyaluran air bersih berlangsung di Desa Awu selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (10–11 Oktober 2026). Dalam periode tersebut, Polresta Banggai menyalurkan total 24 ribu liter air bersih kepada warga.

Kasat Samapta Polresta Banggai, AKP Rudi Dg. Simbung, S.H., mengatakan pihaknya akan kembali menyalurkan bantuan ke wilayah yang mengalami kekurangan air bersih. “Sore ini kami akan ke sana lagi karena memang kedua desa tersebut sangat kekurangan air bersih,” kata Rudi.

Petugas menggunakan kendaraan taktis Armored Water Cannon (AWC) milik Satuan Samapta Polresta Banggai untuk mendistribusikan air. Warga kemudian menampung air tersebut dalam tandon dan wadah lainnya agar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebelumnya, pada Jumat (9/10/2026), Polresta Banggai juga menyalurkan 6.000 liter air bersih kepada warga Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, yang terdampak kekeringan. “Kami ingin memastikan warga yang kesulitan mendapatkan air tetap mendapat bantuan,” ujar Rudi.

Menurut Rudi, penyaluran bantuan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan dan pemerintah setempat untuk membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kemarau panjang sekaligus membantu memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari. “Berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga dan memastikan kebutuhan air bersih tetap terpenuhi,” pungkasnya.

Penulis: Muh. Pritzno