LUWUK — Di balik aktivitas Panti Asuhan Putri Aisyah Kabupaten Banggai, tersimpan perjalanan panjang pembinaan anak-anak dari berbagai daerah. Panti yang telah berdiri sejak 1981 itu tidak hanya menjadi tempat tinggal. Di dalamnya, anak-anak mendapatkan pendampingan sekaligus kesempatan untuk menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Panti Asuhan Aisyah Kabupaten Banggai, Sartini S. Rachman, S.E., saat menerima kunjungan silaturahmi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Luwuk (UML) angkatan ke-40, Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 18.30 Wita itu turut dihadiri Ketua Pimpinan Aisyiyah Kabupaten Banggai dr. Ernita Kamindang, Sp.PD., serta para ibu pengasuh Panti Asuhan Aisyah. Sartini menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UML yang telah meluangkan waktu untuk datang dan bersilaturahmi dengan anak-anak panti.
Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama mahasiswa menjalankan KKN. “Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa KKN angkatan ke-40 yang sudah menyempatkan bersilaturahmi di Panti Asuhan Aisyah. Kami berharap jalinan tali silaturahmi ini semakin erat ke depannya,” ujar Sartini.
Di hadapan mahasiswa, Sartini mengungkapkan bahwa anak-anak yang berada di Panti Asuhan Aisyah tidak seluruhnya berasal dari Kabupaten Banggai. Sebagian di antaranya berasal dari Kabupaten Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai Laut. Mereka juga menempuh pendidikan pada jenjang yang berbeda. Ada yang masih duduk di bangku SMP, SMA, bahkan ada yang telah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk di Universitas Muhammadiyah Luwuk.
Menurut Sartini, kondisi tersebut menunjukkan bahwa panti bukan hanya berfungsi sebagai tempat pengasuhan. Panti juga menjadi ruang untuk membentuk dan mempersiapkan anak-anak agar memiliki masa depan serta mampu melanjutkan kehidupan secara mandiri. “Inilah yang kita kader untuk melanjutkan tongkat estafet yang akan datang,” katanya.
Perjalanan tersebut bukan sesuatu yang baru. Panti Asuhan Aisyah Kabupaten Banggai telah berdiri sejak 1981 dan selama puluhan tahun menjadi bagian dari proses pembinaan anak-anak. Sartini mengatakan perjalanan panjang itu telah melahirkan anak-anak yang mampu berkembang dan menjadi pribadi yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. Karena itu, ia menilai kunjungan mahasiswa KKN UML memiliki makna tersendiri bagi anak-anak panti.
Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga membuka ruang interaksi dan perhatian yang dapat memperkuat semangat anak-anak dalam menjalani pendidikan. Sartini pun menyampaikan terima kasih atas niat baik mahasiswa. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi amal kebaikan bagi seluruh pihak yang terlibat. “Terima kasih atas niat baik mahasiswa. Semoga ini menjadi amal ibadah dan pahala bagi kita semua,” ujarnya.
Kunjungan KKN UML angkatan ke-40 akhirnya tidak hanya mempertemukan mahasiswa dengan penghuni panti. Pertemuan itu mempertemukan dua kelompok yang sama-sama sedang belajar tentang kehidupan. Mahasiswa yang belajar mengabdi kepada masyarakat dan anak-anak panti yang sedang berjuang membangun masa depan. Silaturahmi pun diharapkan tidak berhenti pada satu malam. Sebab, bagi Panti Aisyah, perhatian yang berkelanjutan jauh lebih berarti daripada kunjungan yang hanya datang dan pergi.
CB: PRZ
