Sosial & Lingkungan

Salah Paham Saat Main Bola Berujung Penganiayaan

90
×

Salah Paham Saat Main Bola Berujung Penganiayaan

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Permainan sepak bola yang seharusnya menjadi ajang olahraga dan persahabatan justru berujung penganiayaan. Seorang remaja berinisial MS (17) diduga dipukul dan ditendang oleh sahabatnya sendiri, NRL (18), setelah keduanya terlibat kesalahpahaman saat bermain.

Keterangan Humas Polresta Banggai menyebutkan, peristiwa itu terjadi di lapangan sepak bola Desa Dimpalon Baru, Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.

Kapolsek Kintom AKP Muh. Zulfikar menjelaskan, kejadian bermula ketika MS dan NRL sedang bermain sepak bola. Di tengah permainan, keduanya terlibat kesalahpahaman hingga terjadi adu mulut. Emosi kemudian memuncak. NRL diduga langsung memukul dan menendang bagian dada MS. Merasa keberatan atas kejadian tersebut, MS kemudian melaporkan insiden itu ke Polsek Kintom pada hari yang sama.

Polsek Kintom merespons laporan tersebut dengan mempertemukan kedua pihak untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Mediasi berlangsung Jumat (25/9/2026) sekitar pukul 08.00 WITA. “Setelah kedua belah pihak dipertemukan dan diberikan pemahaman, mereka bersepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan,” kata AKP Zulfikar.

Dalam mediasi tersebut, pihak NRL berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Sementara MS memilih memaafkan secara sukarela demi menjaga hubungan silaturahmi. AKP Zulfikar mengatakan, penyelesaian secara kekeluargaan diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi kedua remaja tersebut.

“Olahraga sepak bola seharusnya menjadi ajang memupuk sportivitas dan persahabatan, bukan memicu kekerasan,” ujarnya.

Penulis: Selviah Laheba