Sosial & Lingkungan

IKA Unismuh Luwuk, Apa Kata Farid?

298
×

IKA Unismuh Luwuk, Apa Kata Farid?

Sebarkan artikel ini
Farid Haluti

LUWUK — Pembentukan Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Luwuk memunculkan sejumlah nama yang dinilai berpotensi memimpin organisasi tersebut. Hal ini disampaikan, Ketua BPH Unismuh Luwuk sekaligus Pimpinan Muhammadiyah Cabang Banggai, Jumat (2/10/2026) saat ditemui.

Menurutnya, jabatan ketua IKA tidak hanya dipandang sebagai posisi organisatoris. Alumni berharap siapa pun yang terpilih nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan kampus dan kepentingan pendidikan. Keberadaan IKA seharusnya memberikan manfaat bagi almamater dan para alumninya.

Menurut dia, kontribusi alumni dapat diarahkan pada berbagai kepentingan kampus, termasuk peningkatan jumlah mahasiswa serta dukungan terhadap pembangunan infrastruktur pendidikan. “Siapapun yang nantinya jadi ketua IKA Unismuh Luwuk sekiranya dapat berkontribusi, misalnya penambahan jumlah mahasiswa,” ujar Farid.

Ia mencontohkan, alumni yang menjadi anggota legislatif dapat mengambil peran dengan mendukung pengalokasian dana hibah untuk kepentingan infrastruktur pendidikan di kampus.

Farid menilai gagasan pembentukan IKA memiliki ruang kontribusi yang luas. Peran alumni, kata dia, tidak harus terbatas pada urusan internal kampus, tetapi juga dapat bergerak di luar kampus. “Tujuan terbentuknya IKA ada manfaatnya,” katanya.

Universitas Muhammadiyah Luwuk sendiri memiliki basis alumni yang besar. Farid yang juga mantan rektor ini menyebut jumlah alumni Unismuh Luwuk telah mencapai lebih dari 10 ribu orang. Karena itu, ia berharap organisasi alumni tersebut mampu mengakomodasi seluruh elemen alumni.

Sejumlah nama sebelumnya telah diusulkan oleh alumni untuk masuk dalam bursa calon ketua IKA Unismuh Luwuk. Nama yang disebut antara lain Sukri Djalumang, Suwardi Agis, dan Wahyudin Rahman. Selain nama-nama tersebut, nama Irwanto Kulap juga mulai beredar dalam pembicaraan mengenai kandidat ketua IKA.

Saat ditanya apakah dirinya juga akan memberikan dukungan terhadap Irwanto Kulap? Farid memilih memberikan jawaban diplomatis. Menurutnya, siapa pun memiliki peluang untuk mencalonkan diri maupun dicalonkan dalam proses pemilihan ketua IKA. “Siapapun bisa mencalonkan dan dicalonkan,” jawab Farid.

Pernyataan tersebut membuat bursa calon ketua IKA Unismuh Luwuk masih terbuka. Nama-nama yang telah muncul belum secara otomatis menjadi kandidat final karena proses pembentukan dan pemilihan organisasi alumni masih berjalan.

Di tengah munculnya sejumlah nama, satu tuntutan mulai mengemuka. Ketua IKA nantinya tidak cukup hanya membawa nama alumni, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat konkret bagi almamater dan para alumninya.

Penulis: Muhammad Pritzno