Sosial & Lingkungan

Dwi Fathir Menggila di Ring Candati Championship

113
×

Dwi Fathir Menggila di Ring Candati Championship

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Kickboxing Luwuk Banggai

LUWUK — Atlet muda Dwi Fathir Muthahari Alimun menunjukkan penampilan impresif dalam ajang Kickboxing Low Kick Candati Championship “Baku Tumpe, Baku Sepak” Volume I di Padepokan Pencak Silat Luwuk, 9–10 Oktober 2026. Tampil di kelas Low Kick putra senior 60–61 kilogram, atlet Candati Combat Camp itu menumbangkan dua lawannya hingga keluar sebagai pemenang.

Fathir membuka langkah dengan kemenangan atas atlet BCP Pagimana pada babak penyisihan. Pertandingan berakhir hanya beberapa detik setelah bel berbunyi. Lawannya terjatuh, sementara tim lawan melempar handuk sebagai tanda menyerah.

Di partai final, Fathir kembali menunjukkan dominasinya saat menghadapi atlet Roar Camp Luwuk. Ia melancarkan tendangan samping atau side kick yang membuat lawannya roboh. Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan menetapkan kemenangan Fathir melalui technical knockout (TKO).

Dua kemenangan tersebut menjadikan Fathir salah satu atlet yang mencuri perhatian dalam kejuaraan itu. Ajang ini juga menjadi sorotan karena untuk pertama kalinya kejuaraan kickboxing nomor Low Kick digelar di Sulawesi Tengah, tepatnya di Luwuk. Sejumlah atlet mengikuti pertandingan tersebut, sementara penonton memadati arena.

Atlet berusia 19 tahun itu menjalani latihan di Candati Combat Camp di bawah arahan Coach Erik Ronaldo Alimun, yang juga merupakan ayahnya. Erik dikenal sebagai pengacara sekaligus penyelenggara kejuaraan tersebut. Fathir berlatih bersama 11 atlet kickboxing lainnya di camp tersebut.

Sebelum menekuni kickboxing, Fathir memiliki latar belakang bela diri pencak silat aliran PSHT dan karate Kyokushin. Ia juga menyandang sabuk hitam kickboxing. Disiplin dan konsistensi dalam latihan menjadi bagian dari persiapannya menghadapi setiap pertandingan.

Di luar aktivitas olahraga, Fathir tercatat sebagai mahasiswa semester empat Universitas Tompotika. Setelah meraih dua kemenangan di Candati Championship, ia kini memusatkan perhatian pada persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Morowali.

Hasil di Candati Championship menjadi modal bagi Fathir untuk menghadapi persaingan berikutnya. Namun, tantangan di Porprov akan menjadi ujian selanjutnya bagi atlet muda tersebut untuk membuktikan kemampuannya di arena kompetisi yang lebih luas.

Penulis: Muh. Pritzno