Ekonomi & Wisata

BUMD Banggai Sakti Bidik Banyak Bisnis, Penyertaan Modal Belum Ada

88
×

BUMD Banggai Sakti Bidik Banyak Bisnis, Penyertaan Modal Belum Ada

Sebarkan artikel ini
Kantor BUMD Banggai Sakti

LUWUK — BUMD Banggai Sakti Kabupaten Banggai menyiapkan sejumlah lini usaha untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan. Namun, rencana pengembangan bisnis mandiri tersebut masih menghadapi tantangan permodalan karena usulan penyertaan modal kepada pemerintah daerah belum mendapat respons.

Direktur BUMD Banggai Sakti, Zaidul Bahri Mokoagouw, mengungkapkan hal itu saat ditemui di kantornya, Senin (12/10/2026). Ia mengatakan, pengembangan unit usaha harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan. Sebab, selama ini kekuatan permodalan BUMD Banggai Sakti masih bertumpu pada modal dari pemerintah daerah.

Saat ini, Banggai Sakti mengembangkan tiga model bisnis, yakni usaha mandiri, kemitraan, dan kerja sama operasi (KSO). Untuk model kemitraan, Banggai Sakti telah bekerja sama dengan SPBU Bunga di Kecamatan Luwuk Utara. Perusahaan daerah itu juga bermitra dengan PT Buminata Energi dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Hidro Mini di Kelurahan Hanga-Hanga, Kecamatan Luwuk Selatan. Sementara itu, skema KSO masih dalam tahap upaya pengembangan.

Di sisi lain, Banggai Sakti telah menyampaikan rencana bisnis mandiri kepada Kuasa Pemilik Modal (KPM), yakni Pemerintah Kabupaten Banggai. Rencana tersebut mencakup pengembangan usaha dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

Sejumlah sektor yang masuk dalam rencana itu meliputi alat tulis kantor (ATK), pangan berupa beras premium, hortikultura, pengelolaan pariwisata, cold storage atau fasilitas penyimpanan dingin, pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), hingga usaha kepelabuhanan.

Namun, realisasi sejumlah rencana bisnis tersebut membutuhkan dukungan permodalan. Zaidul menyebut pihaknya telah mengusulkan penyertaan modal kepada pemerintah daerah, tetapi hingga kini belum mendapat respons.

Meski demikian, Banggai Sakti tidak ingin hanya bergantung pada penyertaan modal pemerintah daerah. Perusahaan itu juga berupaya mencari sumber pendanaan lain untuk mendukung pengembangan usahanya. “Dalam perencanaan bisnis kami, sudah ada beberapa investor yang tertarik,” kata Zaidul.

Ketertarikan investor tersebut menjadi salah satu peluang bagi Banggai Sakti untuk mengembangkan rencana bisnisnya. Namun, perusahaan masih perlu memperoleh dukungan pendanaan agar rencana usaha mandiri yang telah disusun dapat direalisasikan.

Penulis: Muh. Pritzno