Ekonomi & Wisata

IHSG Ambruk Lebih dari 11 Persen

38
×

IHSG Ambruk Lebih dari 11 Persen

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

JAKARTA — Pasar saham Indonesia terguncang hebat pada Jumat (16/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas lebih dari 11 persen hingga penutupan perdagangan setelah lembaga indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan konsultasi untuk menurunkan status pasar modal Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Guncangan langsung terasa sejak awal perdagangan. IHSG dibuka pada level 5.393,92, anjlok 469,86 poin atau 8,01 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 5.863,78. Bursa Efek Indonesia (BEI) pun langsung memberlakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt.

Langkah MSCI memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia. Jika status pasar Indonesia benar-benar diturunkan, pelaku pasar khawatir investor asing akan mengurangi eksposurnya terhadap saham-saham Indonesia.

Di tengah tekanan tersebut, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani, dan Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario Seto mendatangi Gedung BEI sekitar pukul 13.00 WIB. Ketiganya langsung menuju ruang direksi bursa. Kehadiran para pejabat itu menandai meningkatnya perhatian pemerintah dan aparat penegak hukum terhadap gejolak pasar saham. DPR meminta otoritas bursa memperbaiki tata kelola, sementara Polri bersiap menyelidiki dugaan tindak pidana di pasar modal.

Dasco mengatakan, DPR terus mengawasi perkembangan di BEI dan telah meminta otoritas pasar modal menampung masukan dari lembaga pemeringkat internasional. Namun, ia mempertanyakan waktu pengumuman MSCI yang menurutnya muncul lebih awal dari jadwal konsultasi pada November. “MSCI yang harusnya baru akan melakukan review konsultasi pada November, tapi kemudian pada dini hari tadi itu kemudian sudah mengeluarkan semacam review,” ujar Dasco di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Dasco menyebut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI telah menjalankan proses pembenahan untuk mengakomodasi masukan tersebut. Pada hari yang sama, ia juga menggelar rapat koordinasi bersama Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, pejabat OJK bidang pasar modal Hasan Fawzi, serta jajaran Danantara, termasuk Rosan Roeslani dan Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria.

Dasco meminta Kapolri ikut menangani persoalan tersebut. Ia menegaskan, penyelidikan yang disampaikan kepolisian mencakup perusahaan sekuritas dan individu yang terindikasi terlibat.

Kapolri Suyudi Ario Seto menyatakan, Polri akan mengerahkan tim Bareskrim untuk menyelidiki dugaan tindak pidana pasar modal berdasarkan informasi dan pengaduan yang diterima kepolisian. Polri akan mengumpulkan alat bukti dan mengambil tindakan sesuai hukum untuk memberikan kepastian hukum atas dugaan pelanggaran tersebut. Meski demikian, proses penyelidikan harus membuktikan terlebih dahulu pihak yang bertanggung jawab dan bentuk pelanggaran yang terjadi.

Di tengah kejatuhan IHSG, Danantara Indonesia justru melihat peluang investasi. Rosan Roeslani menyatakan, lembaganya siap mempertimbangkan investasi jangka panjang pada perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya emiten badan usaha milik negara (BUMN), karena penurunan harga saham dinilai membuat valuasi sejumlah perusahaan menjadi rendah. “Kami sebagai Danantara melihat bahwa ini adalah momen karena valuasi dari perusahaan kita yang BUMN itu valuasinya boleh dikatakan rendah saat ini, justru kami lihat ini opportunity,” ujar Rosan.

Danantara juga mengapresiasi langkah OJK dan BEI dalam mendorong reformasi pasar modal. Namun, peluang investasi tersebut berlangsung ketika kepercayaan investor terhadap transparansi dan tata kelola pasar saham Indonesia sedang mendapat tekanan.

Penulis: Muh. Pritzno