Ekonomi & Wisata

BRI Buka Akses Pembiayaan dari Niat Usaha hingga Industri

43
×

BRI Buka Akses Pembiayaan dari Niat Usaha hingga Industri

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

JAKARTA — Masyarakat yang baru berniat merintis usaha berpeluang mendapatkan pembiayaan melalui ekosistem holding ultramikro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Dukungan ini mencakup pelaku usaha kecil hingga koperasi dan industri berskala besar.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, BRI menyediakan akses pembiayaan melalui sejumlah entitas dalam ekosistemnya, termasuk PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, untuk menjangkau kebutuhan masyarakat dengan skala usaha yang berbeda. “Mulai dari masyarakat yang baru berniat saja, itu sudah ada pembiayaannya melalui PNM. Kemudian ada juga skala yang lebih besar, Pegadaian, mikro, small, dan seterusnya hingga korporasi,” kata Akhmad dalam CNN Indonesia Agrifood Forum 2026, Senin (19/10/2026).

Menurut Akhmad, pendekatan tersebut memungkinkan pembiayaan menjangkau berbagai tahapan usaha, mulai dari masyarakat yang ingin memulai bisnis hingga pelaku usaha yang membutuhkan modal untuk mengembangkan produksi. Ia mencontohkan dukungan pembiayaan terhadap ekosistem susu sapi perah di Malang. Dalam skema ini, peternak dapat memperoleh pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan usaha, sedangkan koperasi bisa mendapatkan pendanaan untuk investasi fasilitas penyimpanan dingin atau cold storage.

BRI juga dapat membiayai industri yang berperan sebagai pembeli hasil produksi atau off-taker. Keterlibatan industri tersebut membantu menghubungkan peternak, koperasi, dan pembeli dalam satu rantai usaha. Akhmad menilai, keterhubungan antarpelaku usaha menjadi faktor penting agar pembiayaan dapat disalurkan secara lebih efektif. Dengan rantai usaha yang terintegrasi, kebutuhan peternak, koperasi, dan industri dapat saling mendukung. “Artinya mulai dari yang baru berniat, sampai dengan koperasi itu ada. Hanya saja, porsinya memang, kita punya roadmap, tidak boleh di bawah 75 persen itu harus kepada UMKM,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tetap menjadi sasaran utama dalam peta jalan pembiayaan BRI, dengan porsi yang ditetapkan tidak boleh kurang dari 75 persen. Melalui pendekatan ini, BRI berupaya mendukung kebutuhan pembiayaan pada berbagai skala usaha sekaligus memperkuat keterhubungan antara pelaku usaha kecil, koperasi, dan industri.

Penulis: Muh. Pritzno