LUWUK — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda kawasan Pegunungan Desa Batu Hitam, Kecamatan Nuhon, Kabupaten Banggai, memicu kepanikan. Api yang terus berkobar selama tiga hari menghanguskan sekitar 50 hektare lahan dan memaksa aparat gabungan berjibaku selama hampir lima jam untuk mencegah kobaran semakin meluas.
Jajaran Polresta Banggai bersama TNI, Forkopimcam, BPBD, serta masyarakat turun ke lokasi pada Jumat (17/7/2026). Mereka berusaha memadamkan api di tengah medan berbukit, terjal, dan cuaca kering yang membuat kobaran terus merambat.
Kasi Humas Polresta Banggai, AKP Saiman, mengatakan penanganan awal dipimpin Kanit Tipidter Polresta Banggai IPDA Muh. Yuda Pratama bersama Kapolsek Nuhon IPDA Tesar M. Noor. “Kebakaran hutan dan lahan sudah berlangsung selama tiga hari. Api terus merambat karena hembusan angin kencang dan hingga kini hujan belum turun,” ujar AKP Saiman pada rilis Humas Polres Banggai, Sabtu (18/7/2026).
Kondisi di lapangan tidak mudah. Minimnya peralatan membuat tim gabungan harus mengandalkan alat sederhana untuk menghentikan laju api. Sebagian petugas bahkan menggunakan metode tradisional dengan memukul kobaran api memakai kayu dan ranting pohon agar tidak menjalar ke area yang lebih luas.
“Hampir lima jam tim gabungan berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Sebagian lainnya menggunakan sistem gebyok memakai kayu atau ranting pohon,” jelasnya.
Vegetasi yang terbakar didominasi rumput ilalang, semak belukar, dan serasah kering yang sangat mudah terbakar. Di kawasan tersebut juga terdapat sejumlah tanaman lain yang ikut terdampak.
Selain keterbatasan peralatan, medan pegunungan yang curam menjadi tantangan besar bagi petugas. Luasnya area kebakaran membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama dan menguras tenaga seluruh personel.
Polresta Banggai mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api di sekitar kawasan hutan melalui layanan Call Center Polri 110, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.
CB: SLV
