Daerah

Kabut Asap Ancam Keselamatan Pelayaran

48
×

Kabut Asap Ancam Keselamatan Pelayaran

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat di darat. Di wilayah perairan Kabupaten Banggai, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran karena dapat mengurangi jarak pandang dan meningkatkan risiko kecelakaan laut.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, menyikapi ancaman tersebut, Polresta Banggai mengimbau seluruh nakhoda kapal dan pengguna transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi perairan yang tertutup kabut asap.

Kapolresta Banggai Kombes Pol Hendri Yulianto mengatakan, nakhoda harus mengutamakan keselamatan ketika menghadapi kondisi jarak pandang terbatas. “Nakhoda kapal diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman dengan kapal lain, serta memastikan lampu navigasi dan alat komunikasi berfungsi dengan baik,” kata Hendri, Rabu (21/10/2026).

Ia juga meminta nakhoda terus memantau kondisi cuaca dan informasi keselamatan pelayaran. Jika jarak pandang dinilai membahayakan, nakhoda perlu menyesuaikan pelayaran dengan kondisi perairan demi menghindari risiko kecelakaan. “Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator kapal juga diharapkan tidak mengabaikan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi keselamatan di laut,” tegasnya.

Hendri menjelaskan, imbauan tersebut merupakan langkah preventif kepolisian untuk meminimalkan risiko kecelakaan sekaligus menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat di tengah dampak kabut asap karhutla. Selain mengingatkan pengguna transportasi laut, Kapolresta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan. Ia juga meminta warga segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.

Kewaspadaan seluruh pihak menjadi penting agar kabut asap tidak memperbesar risiko keselamatan masyarakat, khususnya bagi mereka yang beraktivitas di wilayah perairan Banggai.

Penulis: Muh. Pritzno