PARIGI MOUTONG — Ketika sebuah jembatan berdiri di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses, yang berubah bukan hanya jalur perjalanan. Kesempatan ekonomi warga ikut terbuka. Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyampaikan hal itu saat menghadiri peresmian Jembatan Garuda dan fasilitas air bersih di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong.
Pembangunan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan 2.500 jembatan dan 3.000 titik air bersih di berbagai wilayah Indonesia yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Anwar menilai kehadiran Jembatan Garuda memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya.
Menurutnya, akses yang semakin mudah dapat mempercepat mobilitas masyarakat, termasuk dalam mengangkut dan memasarkan hasil pertanian serta produk usaha warga. “Ketika akses terbuka, kesempatan pun ikut terbuka,” kata Anwar dalam keterangannya.
Anwar menegaskan satu persoalan yang sering luput dari perhatian yakni keterbatasan infrastruktur dapat membatasi peluang masyarakat untuk berkembang. Jembatan yang kokoh dapat memangkas hambatan perjalanan. Jalan yang lebih mudah dilalui memungkinkan hasil pertanian dan usaha masyarakat bergerak lebih cepat menuju pasar. Pada akhirnya, aktivitas ekonomi di tingkat masyarakat diharapkan ikut tumbuh.
Namun, pembangunan tidak berhenti pada persoalan konektivitas. Fasilitas air bersih yang turut diresmikan menjadi bagian penting karena menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung. Air bersih bukan sekadar fasilitas pendukung, tetapi kebutuhan yang berkaitan erat dengan kualitas hidup warga.
Anwar menegaskan Pemerintah Provinsi Sulteng terus memastikan pembangunan menjangkau wilayah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses. Begitu pula air bersih. Kehadirannya bukan hanya tersedianya fasilitas saja, tetapi tentang bagaimana masyarakat memperoleh kebutuhan dasar secara lebih layak.
CB: PRZ
