Scroll untuk baca artikel
Gambar Tergenerate
Sosial & Lingkungan

Sumur Bor Picu Keributan, Kantor Desa Boyou Disegel Warga

89
×

Sumur Bor Picu Keributan, Kantor Desa Boyou Disegel Warga

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Persoalan sumur bor di Desa Boyou, Kecamatan Luwuk Utara, Kabupaten Banggai, memicu keributan antarwarga hingga berujung pada penyegelan kantor desa. Situasi tersebut membuat Kepala Desa Boyou meminta bantuan polisi melalui layanan darurat Call Center 110, Selasa (3/11/2026) malam.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai menyebutkan, laporan masuk sekitar pukul 23.50 WITA. Menindaklanjuti aduan tersebut, personel piket Polsek Luwuk yang dipimpin Kanit Intelkam IPTU J. Mogi langsung mendatangi Kantor Desa Boyou untuk mengendalikan situasi dan mencari informasi mengenai penyebab keributan.

Kapolsek Luwuk, AKP Muh. Asdar, mengatakan petugas melakukan pendekatan dan penggalangan terhadap warga yang berkumpul di lokasi. Upaya tersebut membuat warga membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. “Setibanya di lokasi, petugas melakukan penggalangan hingga warga yang sebelumnya berkumpul, membubarkan diri serta kembali ke rumah masing-masing,” terang AKP Muh. Asdar.

Meski situasi mulai kondusif, persoalan belum sepenuhnya selesai. Kapolsek menyebut kantor desa masih dalam kondisi tersegel. “Kantor masih tersegel. Namun, besok Kamis akan dilakukan musyawarah dengan semua pihak terkait,” tambahnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena persoalan sumur bor di tingkat desa telah berkembang menjadi keributan hingga mengganggu aktivitas pemerintahan desa. Polsek Luwuk mengimbau masyarakat agar mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Warga juga diminta tidak mengambil tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Musyawarah yang dijadwalkan pada Kamis diharapkan menjadi jalan penyelesaian agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Penulis: Muh. Pritzno

Gambar Tergenerate
Gambar Tergenerate