LUWUK — Musim kemarau panjang mulai menjadi tantangan serius bagi peternak sapi dan kambing di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Ketersediaan pakan hijauan semakin sulit, terutama bagi peternak yang tidak memiliki lahan khusus untuk menyediakan kebutuhan pakan ternaknya.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Peternakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai, Udin Djaga, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, Rabu (19/8/2026) di kantornya.
Menurut Udin, peternak yang memiliki lahan pakan relatif lebih mudah memenuhi kebutuhan ternaknya. Namun, kondisi berbeda dihadapi peternak yang tidak mempunyai lahan untuk menanam atau menyediakan hijauan. “Untuk peternak yang tidak memiliki lahan pakan, memang mengalami kesulitan,” ujar Udin.
Dinas Peternakan, kata dia, kini berupaya mencari langkah untuk memenuhi kebutuhan pakan hijauan bagi ternak ruminansia, terutama sapi dan kambing. Namun, pemerintah belum membuka secara rinci bentuk skema pemenuhan pakan yang sedang disiapkan tersebut.
Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan peternakan tidak hanya berkaitan dengan jumlah ternak, tetapi juga kemampuan peternak menyediakan pakan secara berkelanjutan. Jika persoalan pakan tidak segera diantisipasi, peternak tanpa lahan pakan akan menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan kondisi ternaknya selama musim kemarau.
Dinas Peternakan sendiri masih mengupayakan pemenuhan kebutuhan hijauan bagi ternak ruminansia di wilayah Kabupaten Banggai. Langkah tersebut menjadi penting karena ketersediaan pakan merupakan salah satu faktor utama yang menentukan keberlangsungan usaha peternakan.
CB: PRZ
