LUWUK — Kabupaten Banggai ternyata memiliki kawasan yang berpotensi menjadi salah satu penopang kebutuhan pakan ternak ruminansia. Kawasan tersebut berada di Desa Tombang, Kecamatan Pagimana, dengan luas mencapai sekitar 110 hektare.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Banggai, Udin Djaga, mengatakan kawasan itu telah masuk dalam perencanaan pengembangan peternakan melalui kegiatan Survey, Identifikasi, dan Desain (SID).
Perencanaan tersebut dilakukan melalui kerja sama Dinas Peternakan dan Pusat Studi Pertanian Universitas Tompotika (Untika). Menurut Udin, kegiatan SID bertujuan memetakan kawasan padang penggembalaan sekaligus melihat potensi pengembangannya untuk mendukung kebutuhan peternakan. “Kawasannya sekitar 110 hektare dan sudah termasuk lahan untuk pakan ternak ruminansia,” kata Udin Rabu (19/8/2026) di kantornya.
Keberadaan kawasan tersebut menjadi penting di tengah persoalan ketersediaan pakan yang dihadapi sebagian peternak saat musim kemarau. Selama ini, peternak yang tidak memiliki lahan pakan menjadi kelompok yang paling rentan ketika hijauan sulit diperoleh.
Padang penggembalaan di Desa Tombang membuka peluang untuk mengembangkan sistem penyediaan pakan yang lebih terencana. Namun, potensi lahan tersebut membutuhkan pengelolaan dan pengembangan agar benar-benar memberikan manfaat bagi peternak.
Udin juga menyebut masih banyak lahan di Kabupaten Banggai yang berpotensi dikembangkan menjadi kebun hijauan pakan ternak. Artinya, persoalan pakan sebenarnya tidak hanya berbicara tentang kekurangan lahan. Tantangannya adalah bagaimana pemerintah dan pemangku kepentingan memetakan, menata, serta mengembangkan lahan yang tersedia menjadi sumber pakan yang berkelanjutan.
Dengan luas 110 hektare di Desa Tombang dan potensi lahan lainnya, Banggai memiliki modal untuk memperkuat sektor peternakan.
CB: PRZ
