LUWUK — Kesalahan kecil di jalan raya bisa berujung pada kehilangan nyawa. Hal itulah yang dibawa Satuan Lalu Lintas Polresta Banggai saat menyambangi siswa SMAN 3 Luwuk yang sedang berolahraga di Lapangan Basket Gelora Luwuk, Selasa (1/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian untuk menekan risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pelajar yang rentan terlibat maupun menjadi korban kecelakaan.
Dipimpin Kepala Unit Kamsel Satlantas Polresta Banggai, AIPTU Saripudin M. Badudin, S.H., polisi memberikan sosialisasi mengenai Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcar Lantas). Dalam arahannya, Saripudin menekankan tujuh prioritas pelanggaran lalu lintas yang kerap menjadi pemicu kecelakaan dan meningkatkan risiko fatalitas di jalan raya.
Polisi secara khusus mengingatkan para siswa mengenai bahaya berkendara di bawah umur, tidak menggunakan helm berstandar SNI, melawan arus, serta berbagai bentuk pelanggaran lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Hal itu menjadi penting karena usia remaja sering kali berhadapan dengan rasa percaya diri yang tinggi saat berkendara, sementara kemampuan mengantisipasi risiko di jalan belum tentu sebanding.
Satu keputusan yang salah, memacu kendaraan, mengabaikan helm atau mengambil jalur berlawanan, dapat mengubah perjalanan pulang menjadi tragedi. Karena itu, polisi menegaskan bahwa edukasi keselamatan berlalu lintas bukan hanya penindakan atau tilang. “Ini bukan soal tilang, tapi soal nyawa dan masa depan,” ujar Aiptu Saripudin dalam sesi sosialisasi.
Menurutnya, pelajar merupakan bagian penting dari generasi masa depan. Karena itu, keselamatan mereka di jalan raya harus menjadi perhatian bersama. Polisi berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas sebagai kewajiban, tetapi juga menyadari konsekuensi dari setiap pelanggaran. “Generasi muda adalah aset. Kami ingin mereka bukan hanya cerdas di sekolah, tapi juga selamat di jalan raya. Memahami pelanggaran adalah kunci untuk mengurangi risiko fatalitas,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Banggai berupaya menanamkan kesadaran sejak dini bahwa keselamatan di jalan tidak ditentukan oleh keberanian mengendarai kendaraan, tetapi oleh kemampuan mematuhi aturan dan menghargai nyawa.
CB: SLV











