LUWUK — Jarak dan sulitnya akses jalan tidak menghentikan langkah Bikers Muhammadiyah untuk membantu pendidikan di pelosok Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Pada Selasa (13/10/2026), mereka kembali menyalurkan bantuan buku sekolah dan buku tulis kepada siswa di Dusun Tombiombong, Desa Maleo Jaya, Kecamatan Batui Selatan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Bikers Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Baharudin Agi, mengatakan penyaluran tersebut merupakan aksi kemanusiaan yang ketiga kalinya. Pada penyaluran pertama dan kedua, mereka membawa bantuan berupa buku tulis.
Kali ini, mereka kembali menjajal akses menuju Dusun Tombiombong untuk mendukung kegiatan belajar siswa di sekolah Muhammadiyah yang berada di wilayah tersebut. Di dusun itu, terdapat TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), SD Muhammadiyah dengan sistem satu atap dengan SMP Muhammadiyah. Ketiga jenjang pendidikan tersebut menampung total 36 siswa.
Kehadiran sekolah Muhammadiyah di wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan bagi masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurut Baharudin, keberadaan pendidikan Muhammadiyah diharapkan mampu menghapus satu dari tiga tantangan itu, yakni ketertinggalan. Namun, perjuangan menghadirkan pendidikan di Tombiombong tidak berhenti pada pendirian sekolah. Akses menuju dusun tersebut masih menjadi tantangan tersendiri.
Bikers Muhammadiyah harus menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi. Kendaraan roda empat hanya bisa menembus jalur tersebut jika menggunakan mobil berpenggerak ganda atau double cabin. Sementara itu, pengendara mobil biasa harus memarkir kendaraannya di pinggiran sungai, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor menuju dusun.
Dari pinggiran sungai, mereka masih harus menempuh perjalanan sekitar tiga kilometer. Kondisi jalan yang masih berupa lapisan penetrasi atau lapen menambah tantangan perjalanan menuju lokasi. Meski berada di wilayah dengan akses yang terbatas, sekolah-sekolah Muhammadiyah di Tombiombong telah memiliki sejumlah fasilitas dasar. Meja, bangku, dan papan tulis tersedia untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Penyaluran bantuan buku ini menjadi salah satu bentuk dukungan Bikers Muhammadiyah terhadap keberlangsungan pendidikan di pelosok Banggai. Tiga kali mereka datang, membawa bantuan untuk siswa yang tetap membutuhkan dukungan agar kegiatan belajar terus berjalan.
Di tengah keterbatasan akses, kehadiran sekolah dan kepedulian terhadap kebutuhan belajar menjadi bagian penting dari upaya memutus ketertinggalan melalui pendidikan.
Penulis: Muh. Pritzno











