LUWUK — Program Beasiswa Berani Cerdas yang digagas Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mendapat apresiasi dari Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk, Sutrisno K Djawa. Ia menilai program tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi langkah strategis untuk membangun kualitas sumber daya manusia dan mengubah masa depan masyarakat Sulawesi Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Sutrisno saat kegiatan kuliah umum Gubernur Sulawesi Tengah di kampus Unismuh Luwuk Banggai, Rabu (4/11/2026). Menurut Sutrisno, visi dan misi kepemimpinan Anwar Hafid memiliki keselarasan dengan visi Muhammadiyah, terutama dalam menempatkan pembangunan manusia sebagai prioritas.
Ia menilai pendekatan pembangunan yang dilakukan gubernur melalui program Berani Cerdas menunjukkan keberanian dalam mengarahkan anggaran pemerintah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia. “Saya tertarik dengan Berani Cerdas, karena ini merupakan langkah berani. Tidak ada gubernur di Indonesia ini yang berani seperti Anwar Hafid,” ungkap Sutrisno.
Sutrisno menjelaskan, selama ini penganggaran pemerintah cenderung berorientasi pada pembangunan proyek fisik. Padahal, menurutnya, pembangunan manusia melalui pendidikan dan kesehatan juga membutuhkan perhatian serius. Ia menyebut pendekatan yang dilakukan Anwar Hafid sebagai capacity approach, yakni pendekatan pembangunan yang menitikberatkan pada peningkatan kapasitas manusia. Karena itu, ia menilai arah kebijakan anggaran melalui APBD maupun APBN perlu memberikan ruang lebih besar bagi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sutrisno mengungkapkan, Unismuh Luwuk Banggai menjadi salah satu perguruan tinggi yang menerima manfaat program Berani Cerdas. Sebanyak 1.080 mahasiswa Unismuh tercatat sebagai penerima pada tahap pertama. Sementara itu, masih terdapat calon penerima tahap kedua yang saat ini menjalani proses verifikasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ia berharap program tersebut terus berjalan dan memberikan dampak nyata bagi perguruan tinggi serta masyarakat.
Menurut Sutrisno, ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dan wilayah luar Jawa masih menjadi tantangan besar. Karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia harus menjadi salah satu jalan untuk memperkecil kesenjangan tersebut. “Insya Allah, Berani Cerdas ini akan merubah peradaban,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Sutrisno juga menyampaikan kegembiraannya atas kehadiran Gubernur Anwar Hafid di lingkungan kampus Unismuh Luwuk. Ia berharap kunjungan tersebut tidak hanya memberikan pencerahan dan motivasi kepada mahasiswa, tetapi juga membuka peluang dukungan pemerintah terhadap pengembangan Unismuh Luwuk Banggai.
Terkait bentuk dukungan yang mungkin diberikan pemerintah provinsi, Sutrisno menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan gubernur. Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada mahasiswa yang telah menerima beasiswa Berani Cerdas.
Sutrisno menilai, dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang disebutnya mencapai 8 persen pada 2025, pembangunan kualitas manusia perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah. Baginya, keberhasilan pembangunan tidak cukup hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik. Kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan yang lebih baik juga menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan Sulawesi Tengah.
Penulis: Muh. Pritzno











