Scroll untuk baca artikel
Gambar Tergenerate
Daerah

Gubernur Sulteng Tegaskan Anak Disabilitas Berhak Pendidikan Setara

56
×

Gubernur Sulteng Tegaskan Anak Disabilitas Berhak Pendidikan Setara

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat meresmikan Asrama SLB Negeri Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (4/11/2026).

LUWUK — Anak-anak penyandang disabilitas tidak boleh tertinggal dalam pembangunan. Mereka memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan, fasilitas yang layak, dan kesempatan meraih masa depan. Pesan itulah yang ditegaskan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, saat meresmikan Asrama SLB Negeri Luwuk, Kabupaten Banggai, Rabu (4/11/2026).

Dalam kunjungan kerja tersebut, Gubernur Anwar Hafid juga meletakkan batu pertama pembangunan musholla di lingkungan sekolah. Kehadiran dua fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan siswa, khususnya mereka yang tinggal dan menetap di asrama.

Namun, bagi Anwar Hafid, pembangunan fasilitas sekolah tidak boleh berhenti pada urusan infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan perhatian dan kesempatan yang setara dalam pembangunan. “Saya berharap SLB menjadi bagian dari program keadilan. Tidak hanya anak-anak normal yang diperhatikan, tetapi penyandang disabilitas juga punya hak yang sama. Kalau saja mereka yang berkebutuhan khusus ini kita fasilitasi dengan baik, ke depan mereka juga diharapkan akan memberikan sumbangsih yang besar kepada negara,” tegas Anwar.

Ia menilai, kemajuan Sulawesi Tengah dan Kabupaten Banggai tidak mungkin tercapai tanpa penguasaan ilmu pengetahuan. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program BERANI Cerdas. Anwar juga memaparkan langkah pengembangan pendidikan hingga tingkat global. Salah satunya melalui pembukaan program pendidikan S2 Kelautan yang bekerja sama dengan Provinsi Hainan, China.

Peningkatan kualitas pendidikan harus membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk kelompok penyandang disabilitas. Kepala SLB Negeri Luwuk, Waode Murni, menyambut positif perhatian pemerintah provinsi terhadap sekolah yang dipimpinnya. Ia berharap program BERANI Cerdas dan BERANI Berakhlak turut memberikan ruang lebih besar bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkembang.

“Kami berharap SLB ke depan bisa semakin eksis melalui program BERANI Cerdas dan BERANI Berakhlak. Ini membuktikan bahwa program pemerintah tidak hanya untuk anak-anak normal saja, tetapi penyandang disabilitas juga memiliki ruang dan hak yang sama untuk maju,” ujarnya.

Kepedulian terhadap siswa juga ditunjukkan Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Tengah, Sry Nirwanti Bahasoan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyerahkan bantuan paket sembako kepada 18 siswa yang tinggal di asrama SLB Negeri Luwuk. Di sektor pembangunan infrastruktur, Anwar mengungkapkan bahwa Sulawesi Tengah tahun ini memperoleh anggaran revitalisasi sekolah yang hampir mencapai Rp100 miliar. Anggaran tersebut mencakup revitalisasi sekolah luar biasa (SLB), sekolah menengah atas (SMA), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Ia menyebut dukungan Presiden RI Prabowo Subianto turut mendorong kucuran anggaran tersebut. Kunjungan Gubernur ke SLB Negeri Luwuk ini menjadi pengingat tentang pembangunan pendidikan tidak cukup hanya mengejar angka dan kemegahan gedung. Pemerintah juga harus memastikan tidak ada anak yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan fisik maupun kondisi yang mereka hadapi.

Penulis: Selviah Laheba

Gambar Tergenerate
Gambar Tergenerate