Sosial & Lingkungan

Karhutla Mengancam Sulteng, 73 Spot Terdeteksi

36
×

Karhutla Mengancam Sulteng, 73 Spot Terdeteksi

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

PALU — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah (Sulteng). Pada Minggu (6/9/2026), api muncul di sejumlah daerah saat kondisi lahan kering dan angin kencang membuat api lebih mudah menyebar.

Kondisi tersebut membuat aparat kepolisian meningkatkan pemantauan dan penanganan di sejumlah lokasi. Jajaran Polda Sulteng melalui Polres di wilayah terdampak mendapat dukungan penuh personel Satbrimob Polda Sulteng.

Satbrimob Polda Sulteng berada di bawah kepemimpinan Dansat Brimob Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre, S.I.K., M.Si. Personel bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan sekaligus penanganan terhadap titik-titik kebakaran.

Keterangan tertulis Humas Polresta Banggai, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin, S.I.K., M.H. mengatakan penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas. “Penanganan terus dilakukan bersama instansi terkait untuk memastikan api dapat dikendalikan dan tidak meluas. Kami juga terus memantau titik-titik yang terindikasi mengalami kebakaran,” kata Achmad dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat 73 titik yang terdeteksi. Namun, setelah dilakukan verifikasi, tidak seluruhnya merupakan kebakaran. Petugas memastikan ada 8 titik api, sementara 65 titik lainnya dinyatakan bukan titik api. Karhutla tersebut dilaporkan terjadi di Kota Palu, Kabupaten Banggai, Tojo Una-Una, dan Parigi Moutong.

Sebagian lokasi berada di kawasan perbukitan dengan medan yang curam. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan yang disesuaikan dengan karakter medan. Asap tebal juga sempat mengganggu jarak pandang pengguna jalan di sekitar lokasi kebakaran.

Personel Satbrimob Polda Sulteng menggunakan peralatan pemadam yang disesuaikan dengan kondisi medan di lokasi. Petugas tidak hanya memadamkan api. Mereka juga melakukan penyisiran dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.

Langkah tersebut menjadi penting terutama di kawasan yang dipenuhi semak dan vegetasi kering. Dalam kondisi seperti itu, api yang terlihat padam masih dapat kembali muncul apabila masih terdapat bara. Polda Sulteng mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Kabidhumas Polda Sulteng meminta masyarakat tidak membakar sampah maupun lahan dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. “Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah atau lahan serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran,” pungkasnya.

CB: SLV