LUWUK — Ancaman narkoba tidak selalu datang dari tempat yang terlihat. Peredarannya dapat menyusup ke lingkungan anak muda dan perlahan merusak masa depan sebelum korban menyadari dirinya telah terjebak. Kondisi inilah yang mendorong Satuan Narkoba Polresta Banggai memperkuat pencegahan melalui edukasi kepada generasi muda, termasuk mahasiswa.
Kasat Narkoba Polresta Banggai, AKP Hasanuddin Hamid, menggandeng mahasiswa baru Yayasan Pendidikan Nurmal Luwuk untuk membangun kesadaran bersama dalam menghadapi bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam sosialisasi yang berlangsung Sabtu (29/8/2026) tersebut, Hamid tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba. Ia juga menjelaskan mekanisme penegakan hukum terhadap kasus penyalahgunaan narkotika.
Menurutnya, pemberantasan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan kepolisian. Masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki peran penting untuk mencegah lingkungan mereka menjadi ruang tumbuh bagi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para mahasiswa, untuk bersama-sama mendukung program pemerintah dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba demi terciptanya generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Hamid.
Hamid menjelaskan, Polresta Banggai tidak hanya mengandalkan penindakan setelah kasus terjadi. Sat Narkoba, Sat Binmas, serta fungsi kepolisian lainnya menjalankan langkah preemtif dan preventif untuk menekan potensi penyalahgunaan narkoba. Sosialisasi dilakukan secara rutin di lingkungan pendidikan, mulai dari tingkat SMA dan SMK hingga perguruan tinggi.
Di sisi lain, polisi juga melakukan razia di tempat hiburan dan menindaklanjuti laporan masyarakat mengenai dugaan peredaran obat-obatan berbahaya, minuman keras ilegal, maupun narkoba. “Kami secara rutin melaksanakan sosialisasi ke sekolah-sekolah, baik di tingkat SMK maupun SMA hingga ke kampus-kampus. Selain itu, kami juga gencar melakukan razia di tempat hiburan serta menindaklanjuti laporan masyarakat terkait peredaran obat-obatan berbahaya, minuman keras ilegal, maupun narkoba,” jelasnya.
Bagi kepolisian, langkah pencegahan menjadi penting karena perang terhadap narkoba tidak cukup dilakukan ketika seseorang sudah menjadi pengguna atau ketika jaringan peredaran sudah terbentuk. Edukasi sejak dini diperlukan agar generasi muda mampu mengenali risiko, menolak ajakan penyalahgunaan narkoba, sekaligus berani menyampaikan informasi apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungannya.
Pelibatan mahasiswa menjadi bagian penting karena kampus bukan hanya tempat memperoleh pendidikan, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan masa depan generasi muda. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak sekadar menjadi penerima sosialisasi. Mereka juga dapat menjadi bagian dari mata rantai pencegahan dengan membangun lingkungan pergaulan yang sehat dan tidak memberi ruang bagi penyalahgunaan narkoba.
Hamid menilai kesadaran kolektif menjadi salah satu kunci untuk memutus rantai peredaran narkotika. Pemberantasan narkoba tidak akan efektif jika hanya dibebankan kepada polisi. Melalui sinergi dengan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat, Polresta Banggai berharap upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat semakin kuat, sekaligus melindungi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan zat terlarang.
CB: SLV











