Scroll untuk baca artikel
Gambar Tergenerate
Politik & Hukum

1.880 Liter Pertalite Subsidi Diduga Ditimbun

53
×

1.880 Liter Pertalite Subsidi Diduga Ditimbun

Sebarkan artikel ini
Dokumentasi Humas Polresta Banggai

LUWUK — Sebanyak 1.880 liter Pertalite bersubsidi diduga disalahgunakan dan disimpan dalam sebuah gudang di Kecamatan Pagimana, Kabupaten Banggai. Polisi menggerebek lokasi tersebut dan mengamankan tiga pria bersama satu unit mobil pikap yang diduga digunakan untuk mengangkut BBM.

Keterangan Humas Polresta Banggai menyebutkan, pengungkapan kasus ini dilakukan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Banggai pada Rabu (4/11/2026), sekitar pukul 16.30 WITA. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan tiga pria berinisial KA, AR, dan IN. KA diduga sebagai pemilik BBM, sedangkan AR dan IN diduga berperan sebagai sopir dan kernet.

Tim yang dipimpin IPDA Muhammad Yudha Pratama Hendrawan, S.Tr.K., menemukan sebuah gudang yang digunakan untuk menyimpan BBM bersubsidi. Petugas juga menemukan mobil pikap Suzuki Carry warna putih bernomor polisi DN 8449 CF yang mengangkut sejumlah jeriken berisi Pertalite. Dari lokasi, polisi menyita 44 jeriken berkapasitas 35 liter yang berisi Pertalite sebanyak 1.540 liter. Petugas juga mengamankan 17 jeriken berkapasitas 20 liter berisi 340 liter Pertalite.

Selain itu, polisi menemukan 28 jeriken kosong berukuran 35 liter. Total BBM bersubsidi yang diamankan mencapai 1.880 liter. Jumlah tersebut menjadi barang bukti dalam dugaan penyalahgunaan dan pengangkutan BBM bersubsidi yang kini ditangani kepolisian.

Kasat Reskrim Polresta Banggai, AKP Nur Arifin, S.Tr.K., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindak segala bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi karena praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat. Saat ini, ketiga pria beserta seluruh barang bukti telah dibawa ke Mako Polresta Banggai untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Polisi masih mendalami dugaan keterlibatan masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Penulis: Muh. Pritzno

Gambar Tergenerate
Gambar Tergenerate